Toko Roti Pauline Ambarawa. Roti Jadul Sejak 1800-an
Salah satu toko roti legendaris yang berhasil mempertahankan rasa autentik dan tradisinya adalah Toko Roti Pauline di Ambarawa.
Salah satu toko roti legendaris yang berhasil mempertahankan rasa autentik dan tradisinya adalah Toko Roti Pauline di Ambarawa.
Profesi barista bukanlah hal yang “tabu” bagi generasi sekarang, tetapi absurd untuk mereka yang berumur 35 ke atas. Dengan perkembangan
Beberapa tahun terakhir ini industri kopi meningkat drastis pada setiap lininya, dimana salah satunya adalah sektor coffee roastery. Mengingat peluang
Kecamatan Jambu di Kabupaten Semarang merupakan salah satu saksi bisu sejarah masuknya kopi di Indonesia, dimana tanaman kopi disini sudah
Trip Luden kali ini cukup menarik, kami berkunjung ke Suharno stable di daerah Jimbaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Perjalanan ke lokasi kami tempuh menggunakan kendaraan bermotor, cukup dekat sekitar 30 menit dari lokasi kami di Ambarawa. Pagi itu cuaca cukup cerah setelah semalam diguyur hujan deras, menjadikan suasana yang pas untuk riding.
Perjalanan terakhir kami di dusun Gertas, Kelurahan Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Kali ini kami bertemu dengan mas Nur Wahyudi, yang merupakan pengelola Hillside Cafe. Kita tahu sebelumnya bahwa coffee shop ini merupakan hasil swadaya para pemuda dusun Gertas. Kebetulan mas Wahyudi lah yang bertanggung jawab untuk pengelolaan kedai ini.
Mas Khamidin sudah menjadi petani dari tahun 2010, kurang lebih 11 tahun beliau bergelut menjadi petani. Banyak suka dan duka tentu saja menjalani profesi tersebut, di mana banyak anak muda seumuran beliau yang memilih merantau ke luar kota. Beliau mengatakan, “Pekerjaan sebagai petani bukanlah hal yang memalukan, asik malah, dimana kita akan menemui banyak teman, terutama sekarang dengan perkembangan kopi, banyak orang ingin tahu dan banyak belajar tentang kopi.”
Pagi ini kami menyambangi salah satu perkebunan kopi di Lereng Kelir, Gertas, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Berjarak kurang lebih 2 km dari jalan raya Semarang-Jogja, kami tempuh dengan naik sepeda motor. Ada yang menarik sewaktu kami menuju ke lokasi, kami melintasi rel kereta api yang bisa dibilang tidak biasa. Kenapa tidak biasa, karena ada jalur gerigi di tengah rel tersebut untuk membantu kereta melewati jalur tanjakan.
Sederhana, ramah dan berilmu adalah deskripsi yang bisa menggambarkan HENDRO TEGUH PRASTOWO pemilik dari Gubuk Pentjeng (Penceng). Duduk berdua bersama beliau sambil menyeruput kopi adalah kesempatan spesial buat saya. Pria asli Solo ini mulai hijrah ke Ambarawa ketika kelas tiga SD dan menetap di Ambarawa sampai sekarang.