Perbedaan Antara Center dan Circular Pouring March 31, 2024 – Posted in: Kopipedia

Penuangan kopi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembuatan kopi dengan teknik manual brew. Dalam dunia barista terdapat dua teknik penuangan utama yang sering digunakan, yaitu center pouring dan circular pouring. Kedua teknik ini memiliki perbedaan yang signifikan dalam cara kopi diseduh dan bagaimana rasa akhirnya. Mari kita eksplorasi perbedaan antara center pouring dan circular pouring untuk membantu kalian memahami mana yang sesuai dengan selera kalian.

Baca juga : Variabel Yang Mempengaruhi Metode Seduh Manual Brew

1. Center Pouring

Teknik center pouring adalah metode di mana air panas dituangkan langsung ke tengah bedengan kopi dalam gerakan yang langsung dan konsisten. Teknik ini sering kali menggunakan alat penuangan yang memiliki leher yang sempit, seperti kettle gooseneck untuk memastikan presisi dalam penempatan air. Berikut adalah beberapa ciri khas dari center pouring:

  • Presisi

Teknik center pouring mengutamakan presisi dalam penempatan air, sehingga memungkinkan barista untuk mengendalikan aliran air dengan lebih baik. Hal ini membantu dalam ekstraksi yang merata dan konsisten dari bedengan kopi.

  • Distribusi Merata

Dengan menuangkan air langsung ke tengah bedengan kopi, maka teknik ini membantu dalam mendistribusikan air secara merata ke seluruh bagian bedengan. Hal ini membantu menciptakan ekstraksi yang seragam dan rasa yang seimbang dalam secangkir kopi.

  • Kontrol Aroma

Dengan fokus pada presisi dan distribusi merata, maka teknik center pouring memungkinkan barista untuk mengendalikan pelepasan aroma kopi dengan lebih baik. Hal ini dapat menghasilkan aroma yang lebih konsisten dan kuat dalam secangkir kopi.

Baca juga : Pentingnya slow pouring dalam menyeduh pour over

Proses pouring, sumber majestycoffee.com

2. Circular Pouring

Sementara itu, circular pouring melibatkan menuangkan air panas secara perlahan-lahan dalam gerakan melingkar di sekitar bedengan kopi. Teknik ini membutuhkan lebih banyak keterampilan dalam mengatur aliran air dan memerlukan keahlian untuk menjaga kecepatan dan tekanan yang konsisten. Berikut adalah beberapa aspek utama dari circular pouring.

  • Distribusi Merata dengan Aliran Bergerak

Circular pouring memungkinkan air untuk merata secara alami ke seluruh bedengan kopi karena gerakan melingkar aliran air. Ini dapat membantu dalam mencapai ekstraksi yang merata di seluruh permukaan bedengan.

  • Keterampilan dalam Pengendalian

Teknik ini membutuhkan keterampilan yang lebih besar dalam mengatur kecepatan dan tekanan aliran air. Barista harus memiliki kontrol yang baik atas aliran air agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat, yang dapat mempengaruhi ekstraksi dan rasa akhir kopi.

  • Penyatuan Aroma

Dengan aliran air yang melingkar di sekitar bedengan kopi, maka teknik circular pouring dapat membantu dalam penyatuan aroma yang lebih baik. Hal ini dapat menghasilkan secangkir kopi dengan aroma yang lebih kompleks dan seimbang.

Meskipun keduanya adalah teknik penuangan yang efektif, center pouring dan circular pouring memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyeduh kopi. Pemilihan teknik tergantung pada selera masing-masing, jenis kopi yang digunakan, dan hasil akhir yang diinginkan. 

Baca juga : Perbandingan Light, Medium, Dan Dark Roast Coffee

Yang penting, baik itu center pouring maupun circular pouring memerlukan latihan dan keterampilan untuk dikuasai sehingga dapat mencapai hasil yang terbaik dalam setiap secangkir kopi yang disajikan. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Salam rahayu.