Susunan Anatomi pada Buah Kopi March 3, 2024 – Posted in: Kopipedia

Ketika kita menyeruput secangkir kopi yang harum, jarang sekali dari kita yang memikirkan proses kompleks di baliknya. Ada satu hal yang menarik dan jarang dibahas, yaitu anatomi buahnya. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi komponen-komponen utama dari buah kopi, mulai dari lapisan luar hingga bijinya yang berharga, sehingga dapat memperdalam pengetahuan tentang minuman yang begitu kita cintai ini.

Susunan anatomi buah kopi, sumber erinpalinski.com

Berikut adalah pembagian susunan anatomi buah kopi:

  • Lapisan Luar atau Eksokarp

Lapisan pertama dari buah kopi disebut eksokarp, dimana sering kali dikenal sebagai kulit buah. Eksokarp adalah bagian yang paling luar dan tipis dari buah dan seringkali berwarna hijau pada awalnya. Saat buah matang, maka eksokarp dapat berubah warna menjadi merah atau kuning tergantung pada varietasnya. Warna ini adalah salah satu penanda penting kematangan buah kopi.

  • Lapisan Tengah atau Mesokarp

Di bawah lapisan luar terdapat mesokarp, dimana ini merupakan lapisan daging buah yang tebal. Mesokarp biasanya mengandung banyak air dan merupakan tempat terjadinya fermentasi alami saat biji kopi masih berada dalam buah.

  • Lapisan Dalam atau Endokarp

Setelah melewati mesokarp, maka kita sampai pada lapisan endokarp. Ini adalah lapisan tipis yang menutupi biji kopi dengan ketebalan yang tipis dan struktur yang rapuh.

  • Biji kopi atau Pergament

Di dalam lapisan endokarp terdapat biji kopi yang sebenarnya, yang seringkali disebut sebagai pergament. Biji kopi adalah inti dari buah kopi yang diolah untuk menghasilkan kopi yang kita nikmati setiap hari. Biji kopi dapat berwarna hijau atau kebiruan tergantung pada tingkat kematangannya.

  • Lendir atau Mucilage

Mucilage adalah lapisan lendir yang melapisi biji kopi di dalam buah. Ini adalah bagian yang memberikan rasa dan aroma khas pada biji kopi. Proses penghilangan mucilage ini sangat penting dalam pengolahan kopi karena akan mempengaruhi profil rasa akhir dari kopi yang dihasilkan.

Memahami anatomi buah kopi tidak hanya menambah pengetahuan kita tentang minuman yang kita nikmati setiap hari, tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kompleksitas proses pertanian dan pengolahan kopi. Dengan menghargai setiap komponen dari buah kopi, maka kita dapat lebih menghargai setiap tegukan yang kita nikmati. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Salam rahayu.

“kopi tidak pernah salah, kita yang gembagus”