Pentingnya Memilih Kualitas Air Untuk Menyeduh Kopi September 4, 2021 – Posted in: Kopipedia

Unsur paling utama dalam secangkir kopi adalah air, sekitar 90% dalam espresso dan 98% dalam filtered coffee (pour over). Oleh karena itu kualitas air tentu berperan penting dalam rasa kopi yang diseduh. Itulah mengapa memperhatikan kualitas air sangat penting, serta aspek-aspek yang menunjangnya.

Ada banyak penelitian yang sangat rinci soal kualitas air. Seperti dalam buku The SCA Water Quality Handbook, yang diterbitkan oleh SCA (Specialty Coffee Association). Tetapi kita tidak akan membahas sampai sedetail itu. Mungkin hanya perlu memperhatikan beberapa hal kecil, sehingga hasil kopi yang diseduh akan memuaskan.

Baca juga: The Golden Ratio: Pentingnya Rasio Air dan Kopi Saat Menyeduh

Air merupakan elemen “hidup”, selalu bergerak dan juga berubah menyesuaikan tempatnya. Merupakan satu-satunya elemen di alam yang digunakan setiap hari. Air juga dapat berubah wujud ke tiga keadaan fisik yang berbeda : cair, padat, dan gas. Apa hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita ketika memikirkan air? Jelas rumusnya : H2O

Air pada umumnya hanya muncul dalam bentuk murni ketika berada dalam wujud gas/uap, tetapi tidak ketika digunakan untuk menyeduh (wujud cair). Selain itu air menyembunyikan beberapa elemen penting untuk persiapan menyeduh kopi. Jadi bisa dilihat hal-hal utama apa saja yang membentuk air, entah itu air dari keran maupun botol, serta pengaruhnya terhadap kopi yang diekstraksi.

Baca juga: Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Menyeduh Kopi

Kopipedia Indonesia

Kopipedia Indonesia

Bergabunglah dengan Facebook Group kami sekarang dan dapatkan informasi terbaru tentang dunia kopi!

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Rasa

Masuk akal untuk berpikir bahwa kontribusi kualitas air begitu besar pada persiapan menyeduh kopi. Jika air yang digunakan tidak terasa enak, kemungkinan besar rasa kopi juga tidak akan enak. Oleh karena itu, aspek yang sangat penting adalah rasa airnya. Jika air yang kita gunakan berasa atau berbau, harus diatasi terlebih dahulu. Ada beberapa metode untuk mengatasi masalah ini, seperti menggunakan filter karbon aktif atau reverse osmosis. Dua metode ini adalah yang paling umum dan dapat menghasilkan kualitas air yang baik.

Filter Karbon Aktif

Merupakan proses filtrasi yang berfungsi untuk menghilangkan bahan-bahan organik, desinfeksi, serta menghilangkan bau dan rasa yang disebabkan oleh senyawa-senyawa organik. Selain untuk menyisihkan senyawa-senyawa organik, karbon aktif juga dapat digunakan untuk menyisihkan partikel-partikel terlarut. Prinsip pengolahan karbon aktif adalah mengabsorbsi bahan-bahan pencemar menggunakan media karbon.

Reverse Osmosis

Biasa disingkat RO, merupakan metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Sistem ini bisa ditemui di kapal laut atau instalasi air bersih di dekat pantai, untuk mengubah air laut menjadi air tawar.

Tingkat pH

Tingkat pH merupakan indikator keasaman (acidity) dan kebasaan (alkalinity) air. Tingkat pH pada air kurang dari 7 menunjukkan larutan asam sedangkan tingkat lebih dari 8 menunjukkan larutan basa.

Untuk menyeduh kopi, tingkat pH yang lebih tinggi berarti ekstraksi rasa kopi akan lebih banyak. Tetapi tidak berarti harus menggunakan air yang berada di rentang pH alkalinity. Menurut Specialty Coffee Association (SCA), pH yang disarankan adalah antara 6,5 ​​dan 7,5 untuk memastikan bahwa secangkir kopi yang dihasilkan akan terasa balance.

Baca juga: Beginilah Tahapan-Tahapan Dalam Proses Menyeduh Kopi

Kandungan Mineral

Air yang ada di sekitar kita terbagi dua jika dilihat dari kadar mineral yang ada dalamnya. Air ringan (soft water), merupakan air yang kadar mineralnya rendah dan air sadah (hard water), yang memiliki kadar mineral cukup tinggi.

Ketika hujan turun, air hujan termasuk dalam kategori air ringan. Tetapi saat melewati tanah, saluran air, dan pipa. Air akan menyerap mineral seperti kapur, magnesium dan kalsium, hal itu menjadikannya air keras. Meskipun terlihat cukup banyak, tidak perlu khawatir karena mineral ini dianggap penting untuk kesehatan kita. Hal ini pulalah yang membuatnya menjadi air minum yang “lebih disukai” daripada air hujan.

Yang menarik, ketika menyeduh kopi mineral-mineral tersebut juga berperan penting dalam mengekstraksi rasa kopi secara “lebih”. Oleh karena itu kesadahan air ideal yang tepat untuk menyeduh kopi ada di rentang 75-250 mg/L, untuk hasil lebih baik bisa didapat di angka 150 mg/L.

Suhu Air

Suhu yang tepat untuk menyeduh kopi berkisar antara 83° – 92°C. Tetapi suhu yang tepat dalam kisaran tersebut tergantung juga pada preferensi pribadi. Bahkan beberapa penikmat kopi percaya rasa kopi yang lebih kompleks akan keluar di skala suhu rendah. Beberapa ahli juga mengatakan untuk tidak menuangkan air mendidih langsung ke kopi, karena akan ‘membakar’ kopi, merusak rasanya.

Jadi jika air yang dipakai terlalu dingin, kopi yang diseduh akan under extracted. Tetapi jika terlalu panas akan menghasilkan seduhan yang over extracted, kopi lebih cenderung terasa pahit. 

Point-point di atas hanya sedikit referensi tambahan betapa pentingnya air untuk menyeduh kopi. Lalu bagaimana menentukan air yang berkualitas supaya seduhan kopi yang dihasilkan juga enak?

Baca juga: Menentukan Ukuran Gilingan Kopi (Grind Size) Dan Metode Seduhnya

Jika instalasi air rumah Anda dari PDAM, pastikan bau dan rasanya wajar. Karena biasanya air tersebut sudah dicampur chlorine, dan ini berdampak buruk untuk rasa kopi yang dihasilkan. Jika terlalu berbau, bisa diganti menggunakan air mineral. Perhatikan juga kandungan pH dalam air mineral, produk yang baik biasanya akan menampilkan angka pH di label kemasan mereka.

Untuk air yang didapat dari sumber air/sumur biasanya berkualitas lebih baik dari air instalasi PDAM. Tapi tidak ada salahnya jika Anda memiliki TDS meter untuk mengukurnya. Paling tidak untuk mengetahui seberapa baik kualitas sumber air tersebut. Selain itu tentu menarik untuk membandingkan hasil seduhan kopi menggunakan air mineral dan sumber air di rumah Anda. 

Baca juga: Beginilah Cara Menyimpan Kopi Yang Baik Dan Benar

Atau bisa juga mencoba untuk mencampur antara air mineral dan sumber air di rumah, sehingga mendapatkan kualitas air yang pas. Mungkin juga bisa berbagi di kolom komentar, air seperti apa yang menurut Anda baik untuk menyeduh kopi.

Selalu ikuti informasi terbaru perkembangan dunia kopi bersama LUDEN. Salam rahayu.